Menikah
Ternyata menikah memang tidak semenyeramkan seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Mungkin memang karena masih tergolong pengantin baru sehingga belum ada konflik yang berarti
. Tidak pernah terlintas bahwa istriku akan kukenal di tempat kerja. Berawal dari “sekedar” kenal antara cowok-cewek biasa karena sering bertemu di tempat yang sama ternyata berakhir dengan sebuah janji suci pernikahan.
Sungguh rencana manusia tidak pernah bisa dipastikan. Perempuan yang dulu mungkin sekedar teman lalu pacaran, kini menjadi orang terdekatku. Orang yang pernah sangat melayani ketika sakit, dan mudah-mudahan kelak akan menjadi ibu bagi keturunan kami berdua.
“Ikrar”
Meniti hari meniti waktu
Membelah langit belah samudra
Ikhlaslah sayang kukirim kembang
Tunggu aku, tunggu aku
Rinduku dalam semakin dalam
Perjalanan pasti kan sampai Penantianmu semangat hidupku Kau cintaku kau intankuDo’akanlah sayang
Harapkanlah manis Suamimu segera kembali Suami … suami yang baik Kutitipkan semua yang kutinggalkan Kau jagalah semua yang mesti kau jaga Permataku … aku percaya padamuiwan fals
